BADGE.IPB
IPB Badge

JAKARTA, KOMPAS.com – Ketua Umum PSSI Prof Djohar Arifin Husin mengatakan posisi Direktur Badan Liga Indonesia (BLI) yang semula diberikan kepada Harbiansyah Hanafiah, akan ditiadakan dan pengelolaan kompetisi profesional dikendalikan oleh PT Liga Prima Indonesia.

“Posisi Direktur BLI akan ditiadakan dan selanjutnya pengelolaan kompetisi profesional akan dikendalikan CEO PT Liga Prima Indonesia Pak Widjajanto,” kata Djohar Arifin ketika dikonfirmasi wartawan, di Jakarta, Minggu (25/9/2011).

Penghapusan jabatan Direktur BLI tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut dari isu pengunduran diri Harbiansyah Hanafiah yang baru-baru ini ditunjuk sebagai Direktur BLI dan PSSI tak akan mencari figur penggantinya. Namun demikian, Djohar Arifin juga mengatakan bahwa hingga kini pihaknya belum menerima surat resmi dari Harbiansyah tentang pengunduran dirinya itu.

“Kami belum menerima secara resmi surat pengunduran diri Harbiansyah Hanafiah selaku Direktur BLI,” ujarnya.

Mengenai pengelolaan kompetisi amatir, lanjut Djohar, PSSI juga akan menempatkan seorang sosok profesional, namun hingga kini jabatan tersebut masih lowong.

 

 

“Pak Sihar Sitorus selaku Ketua Komite Kompetisi akan mencari sosok profesional untuk difungsikan sebagai CEO Liga Amatir,” ujarnya.

Lebih lanjut Djohar mengatakan bahwa penghapusan posisi Direktur BLI itu sebenarnya didasarkan atas kebijakan untuk melebur enam badan bentukan pengurus PSSI sebelumnya antara lain yaitu Badan Liga Indonesia (BLI), Badan Liga Amatir (BLA), Badan Futsal Nasional (BFN) serta badan-badan yang berdiri sendiri seperti sebelumnya akan ditiadakan.

“Tidak akan ada lagi badan yang berdiri sendiri, dan semua badan tadi akan berada di bawah kendali Komite Eksekutif (Exco). Ini dimaksudkan untuk efisiensi dan memudahkan kontrol kapada semua badan,” ujarnya.

 

sumber:http://bola.kompas.com/read/2011/09/26/11331718/PSSI.Hapus.Posisi.Direktur.BLI

Antioxidant has an important role in healing some kind of dleses caused by excessive oxidation reactions in human body. That leaf has benefit to resist diarrhea, anti inflammation, and anti mutagenic, it is assumed it could be used as antioxidant. The research was aimed to know the antioxidant activity of the extract of Psidium guajava leaf. The local leaf was from Bantar Kambing area in Bogor. The methods were thiocyanate method and thiobarbituric acid (TBA) method. The result showed that the leaf which had the best antioxidant potential was the white local Psidium guajava leaf extracted by ethanol 70% in a maceration manner. In the thiocvanate method, the extract of white Psidium guajava leaf had protective factor near to Vitamin or tocopherol, that Is 1,10 and tocoferol was 1,16. Antioxidative evaluation using the TBA method showed that the highest activity was from ethanol extract of white Psidium guajava leaf could obstruct it up to 94,19% toward the control, however the actif constituents are unknown. Phytochemical evaluation result showed that the Psidium guajava leaf are contained tannin, phenol, flavonoid, quinort, and steroid.

 

sumber: http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/46476

Main d.cyber,,,……. saya nyoba posting ni,,,

Selamat datang di Blog Mahasiswa IPB. Ini adalah postingan pertamamu. Edit atau hapus postingan ini dan mulailah menulis blog sekarang juga!

Categories
Bookmarks